Sabtu, 17 April 2010

Gelap Impiku

Jingga rembulan saat matahari manerkam
Menyambut kesendirian
Palung-palung cawan suci
Membelah malam penuh sunyi

Terjebak arwah cinta dibimbangnya
Melambangkan kehampaan bibir mengunci
Melipatkan mata tuk terpejam
Namun terngangah
Merapatkan kaki-kaki berduri
Lembutnya penuh luka

Aku tak berdiri...
Tak pula duduk meringkih
Berserak kata memaki aku
Berhambur hujat lumuri tubuhku
Dan
Kembali mengiris imaji...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Kritik dan Saran untuk perbaikan